Menciptakan Ide Bisnis Dari Hasil Penelitan
Berawal dari penelitian skala laboratorium, bisnis itu bisa
dimulai. Ide bisnis kadang bisa muncul dari mana saja tergantung
bagaimana kita bisa melihat potensi peluang usahanya. Seperti yang
dilakukan Prof. Dr. AH. Bambang Setiadji, M.Sc., yang mendirikan
industri pengolahan buah kelapa dari hasil penelitiannya selama 30 tahun
silam.
Bambang Setiadji mengatakan penelitian buah kelapa sudah
ditekuni sejak tahun 1979 dan baru menuai hasil bisa laku di pasaran
tahun 2003. Kemudian boomingnya tahun 2006 masyarakat percaya bahwa VCO (Virgin Coconut Oil)
bisa menyembuhkan penyakit dan menyehatkan. Pernyataan itu disampaikan
Bambang saat menjadi narasumber Seminar “ Biodifersitas dan Potensi cococ nuficera L dalam Dunia Usaha” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Bioenter, Kamis (05/12).
Acara seminar yang dirangkai dengan pemotongan tumpeng
tasyakuran milad Ke-3 Kelompok Studi Bioenter diselenggarakan di
Teatrikal Sains dan Teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa
fakultas Sains dan Teknologi dan mahasiswa diluar fakultas yang
bertujuan untuk mendorong mahasiswa menjadi wirausaha muda. “Harapannya
kedepan klompok studi ini bisa jadi panutan untuk mahasiswa berinovasi
dan berkreasi, dalam menciptakan pekerjaan bukan pencari kerja” kata
Fitriya Sofiyani Ketua Bioenter.
Dalam sambutannya Murtono, M.Si Wakil Dekan Kemahasiswaan
mengatakan mahasiswa nantinya bisa menjadi wirausaha yang bisa
membangun peradaban bangsa ini, karena generasi muda adalah tonggak
kemajuan bangsa. Ibnatul Ma’rifah Ketua panitia kegiatan menambahkan
sekarang lagi digalakan untuk meningkatkan nilai perkapita Nasional,
dengan bantuan dunia kampus dan kaum pemuda. Mahasiswa lulusan perguruan
tinggi didorong agar menjadi wirausaha muda yang memajukan Indonesia.
Bambang menuturkan sekarang ini Jumlah entrepeuner baru 0.18 %
dari jumlah penduduk di Indonesia. Sementara itu dibutuhkan pengusaha
Indonesia 2% untuk membuat negeri ini maju dibidang perekonomiaannya. Ia
menjelaskan memilih buah kelapa sebagai bahan dasar industrinya, karena
Indonesia memiliki total perkebunan kelapa 3.712 Ha dan 96,6% milik
perkebunan rakyat belum diolah. “Karena itu mengaktifkan usaha kelapa,
berarti ikut memberdayakan masyarakat” ucap Bambang CEO Coco Power.
Mobilitas barang dan produk perdagangan ditentukan oleh
perkembangan konsumen. Pembeli akan memilih barang yang lebih kreatif
dan inovatif untuk kebutuhan mereka. “Seorang pengusaha adalah orang
yang bisa menganalisa kebutuhan pasar, dan memiliki ide bisnis kreatif
dan inovatif nantinya akan lebih cepat menghasilkan uang” kata Lela
Susilawati M.Si dosen pembina Bioenter.
Lanjut Bambang adanya kompetitor di pasar membuat usaha kita
agar lebih baik kualitasnya dari yang lain. Ia menceritakan saat booming
produk VCO harus menghadapi pesaingnya yang mencapai 1000 macam produk
serupa olahan buah kelapa seperti VCO, sampai sekarang tinggal 10
industri.“ Rezeki itu dari Tuhan tinggal usaha kita, dan Tuhan maha
menolong” tutur Bambang guru besar MIPA UGM.(humas ST)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar