Minggu, 08 Desember 2013

Menciptakan Ide Bisnis Dari Hasil Penelitan

       Berawal dari penelitian skala laboratorium, bisnis itu bisa dimulai. Ide bisnis kadang bisa muncul dari mana saja tergantung bagaimana kita bisa melihat potensi peluang usahanya. Seperti yang dilakukan Prof. Dr. AH. Bambang Setiadji, M.Sc., yang mendirikan industri pengolahan buah kelapa dari hasil penelitiannya selama 30 tahun silam.
        Bambang Setiadji mengatakan penelitian buah kelapa sudah ditekuni sejak tahun 1979 dan baru menuai hasil bisa laku di pasaran tahun 2003. Kemudian boomingnya tahun 2006 masyarakat percaya bahwa VCO (Virgin Coconut Oil) bisa menyembuhkan penyakit dan menyehatkan. Pernyataan itu disampaikan Bambang saat menjadi narasumber  Seminar “ Biodifersitas dan Potensi cococ nuficera L dalam Dunia Usaha” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Bioenter, Kamis (05/12).
       Acara seminar yang dirangkai dengan pemotongan tumpeng tasyakuran milad Ke-3 Kelompok Studi Bioenter diselenggarakan di Teatrikal Sains dan Teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa fakultas Sains dan Teknologi dan mahasiswa diluar fakultas yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa menjadi wirausaha muda. “Harapannya kedepan klompok studi ini  bisa jadi  panutan untuk mahasiswa berinovasi dan berkreasi, dalam  menciptakan pekerjaan bukan pencari kerja” kata Fitriya Sofiyani Ketua Bioenter.
     Dalam sambutannya Murtono, M.Si Wakil Dekan Kemahasiswaan mengatakan  mahasiswa nantinya bisa menjadi wirausaha yang bisa membangun peradaban bangsa ini, karena generasi muda adalah tonggak kemajuan bangsa. Ibnatul Ma’rifah Ketua panitia kegiatan menambahkan sekarang lagi digalakan untuk meningkatkan nilai perkapita Nasional, dengan bantuan dunia kampus dan kaum pemuda. Mahasiswa lulusan perguruan tinggi didorong agar menjadi wirausaha muda yang memajukan Indonesia.
     Bambang menuturkan sekarang ini Jumlah entrepeuner baru 0.18 % dari jumlah penduduk di Indonesia. Sementara itu dibutuhkan pengusaha Indonesia 2% untuk membuat negeri ini maju dibidang perekonomiaannya. Ia menjelaskan memilih buah kelapa sebagai bahan dasar industrinya, karena  Indonesia memiliki total perkebunan kelapa 3.712 Ha dan 96,6% milik perkebunan rakyat belum diolah. “Karena itu  mengaktifkan usaha kelapa, berarti ikut memberdayakan masyarakat” ucap Bambang CEO Coco Power.
      Mobilitas barang dan produk perdagangan ditentukan oleh perkembangan konsumen. Pembeli akan memilih barang yang lebih kreatif dan inovatif untuk kebutuhan mereka. “Seorang pengusaha adalah orang yang bisa menganalisa kebutuhan pasar, dan memiliki ide bisnis kreatif dan inovatif nantinya akan lebih cepat menghasilkan uang” kata Lela Susilawati M.Si dosen pembina Bioenter.
       Lanjut Bambang adanya kompetitor di pasar membuat usaha kita agar lebih baik kualitasnya dari yang lain. Ia menceritakan saat booming produk VCO harus menghadapi pesaingnya yang mencapai 1000 macam produk serupa olahan buah kelapa seperti VCO, sampai sekarang  tinggal 10 industri.“ Rezeki itu dari Tuhan tinggal usaha kita, dan Tuhan maha menolong” tutur Bambang guru besar MIPA UGM.(humas ST)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar